My Love

Tuesday, December 20, 2016

KISAH MBAH MUHAIMINAN PARAKAN BAMBU RUNCING DENGAN MBAH SIROT PARIAMAN YANG MENDUNIA



KISAH MBAH MUHAIMINAN PARAKAN BAMBU RUNCING
DENGAN MBAH SIROT PARIAMAN YANG MENDUNIA


Kisah Mbah Muhaiminan Parakan Bambu Runcing dengan Mbah Sirot, waktu itu Mbah Muhaiminan masih nyantri di Pariaman milik Mbah Sirot. Waktu itu hujan deras sementara mau sholat jum’at di masjid dan Mbah Sirot perintah Mbah Muhaiminan untuk cari payung tetapi tidak dapat payung. Nyo wes “kata Mbah Sirot, pegang bajuku tapi jangan dilepaskan sebelum sampai masjid. Langsung Mbah Muhaiminan pegang baju seketikan itu langsung terang atau hujan tidak ada, berjalan lah mereka ke masjid sambil Mbah Muhaiminan Pegangan baju Mbah Sirot, terheran dan terkejut Mbah Muhaiminan karena melihat yang tadi hujan lebat kok bisa langsung terang tidak ada hujan. Kagung dan terperangah. Dan sampai di masjid, mbah muhaiminan melepas pegangan bajunya dari Mbah Sirot seketika itu langsung hujan Deras dan besar, Masa Allah heran dan terkejut, bagaimana bisa terjadi sungguh luar biasa. Mbah Muhaimina terheran-heran.
Yup perlu diingat bahwa Mbah Muhaiminan itu adalah adi Pangeran Diponegoro anak dari Sri Sultan Hamengkubowono ke 3. Tareeek Broow.
Sejak saat itu mbah Muhaiminan ingin memiliki ilmu tersebut, daya upaya selalu dilakukan selalu menghadang dan mengikuti Mbah Sirot yang mau ke masjid, yang diherankan Mbah Sirot tidak kehujanan dan Mbah Muhaiminan kehujanan. Emosi rasane raa karena pada saat itu Mbah Muhaiminan juga tidak kehujanan, digondeli atau di pegang bajunya tetap mbah Muhaiminan kehujanan dan Mbah Sirot tidak kehujanan itulah menjadi heran. Berkali-kali mengikuti Mbah Sirot dengan upaya dan daya upaya yang bermacam-macam hasilnya sama, baik di ikuti belakangnya, dipegang bajunya, digondeli bajunya, dihadang depannya. Dan akhirnya Mbah Muhaiminan punya ide dan tindakan, akhirnya Mbah Muhaiminan memyembelih kambing Mbah Sirot tanpa ijin dulu. Dan lalu dihidangkan kepada Mbah Sirot setelah kambing di makan, lalu mbah sirot bertanya ini kambing siapa ? milik mbah, loooo kok tidak ijin dulu, mau mu apa leeee ? kene mbah saya mau ilmu yang tidak kehujanan seperti Mbah, mbok yo kondo karo aku. Ojo koyo keye menyebih kambing tanpa ijin, kalau begitu sekarang kamu ikuti langkah mbah, ahirnya seketikan langsung bisa syaratanya adalah ikuti prilaku Mbah Sirot. Dan akhirnya Mbah Muhaiminan bisa Hujan tidak Kehujanan.
Diambil dari kisah waktu saya ikut Haul di Parakan Bambu Runcing dan dari kisah pak Ustad alumni Parakan Bambu Runcing.
Kisah teladan lain dari Pak De saya, ketikan ada orang minta ikan lendi kepada pak de, ya dikasih karena bertugas penjaga kedung atau kali begitu atau yang punya.
Tidak perlu mancing atau menggunakan jala atau jarring cukup nawu pake tangan langsung lendinya ada. Terus dikasihkan kepada orang yang minta tersebut. Mbah minta dua. Langsung lendinya di potong jadi dua, la yang mengherankan potongannya itu bisa mencolot atau lompat jadi dua, jadi Katak dua yang melompat yang tadinya ikan. Mbah kok bisa jadi katak. La kamu kepriye sudah bilang minta satu di kasih satu minta dua. Jadi orang jangan mencala mencle. Yo pakem sing jujur.

Pemuda Indonesia
TUGIYONO

No comments: